Read & Download Chrisye Sebuah Memoar Musikal 107

review ß eBook, PDF or Kindle ePUB Ò Alberthiene Endah

Sebab seni akan memberi makn. Alberthiene menyajikan buku ini begitu lugas dan inspiratif Setelah membaca buku ini baru saya sadar bahwa kehidupan selebritis tidak melulu berisi kemewahan Dan Crisye dengan hidupnya yang begitu bersahaja sebenarnya adalah seorang seniman besar yang flexibel mengikuti tuntutan industri musik tapi tetap jujur dengan rasa keseniannya

Read & Download Chrisye Sebuah Memoar Musikal

Chrisye Sebuah Memoar MusikalBermimpilah sebab harapan ak. ”mengering sudah bunga dipelukanmerpati putih ber arak pulangterbang menerjang badaitinggi di awan menghilang di langit yang hitams’lamat berpisah kenangan bercintasampai kapankah jadinya aku harus menungguhari bahagia seperti dulu”Chrisye Merpati Putih 1977Jika saya ditanya buku apakah di Indonesia yang laku secara penjualan filmnya laris manis saat diangkat ke layar lebar serta soundtrack filmnya juga meledak di pasaran Tanpa ragu ragu saya akan menjawab Badai Pasti Berlalu karangan Marga T Ya benar buku yang terbit tahun 1974 itu telah dicetak berulang kali dan terjual hingga lebih dari 80 ribu eksemplar Pada tahun 1977 sutradara Teguh Karya mengangkat cerita dari buku tersebut ke layar lebar dengan bintang Christine Hakim Slamet Rahardjo dan Roy Marten Pada tahun yang sama keluar album soundtrack film Badai Pasti Berlalu dengan music director Eros Djarot komposer Jockie Soerjoprajogo dengan penyanyi Chrisye dan Berlian Hutahuruk Disini saya tidak akan bercerita tentang buku karangan Marga T tersebut tetapi lebih kepada album musik Badai Pasti Berlalu dan sang penyanyi Chrisye Boleh dibilang album Badai Pasti Berlalu inilah yang memperkenalkan saya dengan salah satu tokoh musik terbesar di tanah air Indonesia ini yaitu Chrisye Kalau boleh mengakui album Badai Pasti Berlalu inilah yang dalam bentuk kaset waktu itu belum ada CD music dimana saya beserta kakak sampai harus membeli sebanyak 8 delapan kali karena setiap beli pasti kaset tersebut kalau tidak hilang dicuri orang atau saudara atau diminta baik baik sama orang lain untuk dimiliki Kaset ini tidak mudah dicari di kota dimana keluarga saya tinggal yaitu Padang Sumatra Barat sehingga kalau kaset itu hilang atau diminta orang keluarga saya terpaksa harus menunggu waktu berlibur ke Jakarta atau menitip ke saudara yang kebetulan bepergian untuk membelikan kaset ini di Jakarta Kaset Badai Pasti Berlalu pertama yang keluarga saya beli adalah tahun 1978 berikutnya terpaksa harus beli lagi sekitar awal tahun 1982 dan saya pribadi pernah membeli kaset ini langsung ke Jakarta sebanyak 2 dua kali yaitu tahun 1990 dan terakhir tahun 1995 Saya masih ingat membeli kaset ini di toko kaset yang sangat ngetop waktu itu terletak di Jalan Mahakam Kebayoran Baru Jakarta Selatan Masih teringat dengan jelas proses pembelian waktu itu saya berjalan ke counter dan bertanya ke penjaganya “Mbak beli kaset Badai Pasti Berlalu satu donk” Mbak Penjaganya kemudian menoleh ke arah rekannya di belakang dan berteriak “Woiii ambilin “Badai” satu” Kemudian berpindah tanganlah kaset dengan cover depan yang sangat sederhana bergambarkan Christine Hakim dalam adegan film berlari di tengah hutan selembar cover bewarna hijau muda tipis dan tanpa lirik lagu di dalamnya Masih ingat pesan Mbak penjaganya yang bilang begini “Bagusnya coba didengar dulu aja kasetnya pastikan tidak ada yang rusak atau lagunya kepotong mumpung disini kalo kasetnya rusak masih bisa ditukar” Jadi walaupun saya sudah pernah mendengar semua isi lagu di kaset itu terpaksa harus mendengarkan ulang di toko tersebut karena memang sempat terdapat beberapa kaset yang rusak lagunya kepotong atau malah terlalu panjang sehingga beberapa lagu terdengar dua kali pada satu side A atau side BAlbum Badai Pasti Berlalu inilah yang kemudian membuat saya mengakrabi sosok Chrisye Jujur saya sangat suka dengan album album awal Chrisye sewaktu masih berkolaborasi dengan Jockie Soerjoprajogo mulai tahun 1977 seperti Jurang Pemisah Sabda Alam Percik Pesona Puspa Indah dll dan saya termasuk yang kesal dan tidak suka begitu Chrisye ”putus hubungan” dengan Jockie berpindah aliran membawakan lagu berirama riang dan ceria serta sejak tahun 1985 ditangani oleh Adjie Soetama Randy Noor Adie MS Ketika musik Chrisye mengalami sentuhan orkestra saya kembali bisa menikmati alunan suaranya yang lembut dan jernih Tentu saja kita akan ingat dengan gaya Chrisye yang sangat biasa di panggung dan cenderung kaku dimana hanya berdiri mematung saat menyanyikan lagu akan sangat kontras saat mengingat video musik lagu lagu Chrisye yang dibuat setelah tahun 1985 dimana Chrisye terpaksa harus berdansa sekaligus bernyanyi ditemani banyak penari latar seperti pada lagu Aku Cinta Dia Hip Hip Hura dan Nona LisaPria yang lahir 16 September 1949 di Yogyakarta itu bernama asli Christian Rahadi dan setelah memeluk agama Islam tahun 1982 berganti nama menjadi Chrismansyah Rahadi atau lebih kita kenal dengan nama Chrisye Mengawali karirnya menjadi pemusik sebagai bassis dan vocalis di grup band Gypsy dan Gank Pegangsaan serta sempat manggung dan dikontrak selama 2 tahun untuk bermain di salah satu klub di kota New York USA kemudian melejit namanya setelah membawakan lagu Lilin Lilin Kecil ciptaan James F Sundah pada Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors tahun 1977Tapi lagu yang paling menggetarkan hati saya adalah saat mendengarkan Chrisye menyanyikan lagu yang berjudul “Ketika Tangan dan Kaki Berkata” yang liriknya dikarang oleh penyair Taufi Ismail pada tahun 1997 diilhami Surah Yasin ayat 65 dimana syair lagunya berbunyi sebagai berikut ”Akan datang hari mulut dikunciKata tak ada lagiAkan tiba masa tak ada suaradari mulut kitaBerkata tangan kitatentang apa yang dilakukannyaBerkata kaki kitaKemana saja dia melangkahnyaTidak tahu kita bila harinyaTanggung jawab tiba”Di dalam buku karangan Alberthiene Endah ini terhadap lagu “Ketika Tangan dan Kaki Berkata” Chrisye berucap “Lirik yang dibuat Taufi Ismail adalah satu satunya lirik dahsyat sepanjang karier yang menggetarkan sekujur tubuh saya Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu Liriknya benar benar mencekam dan menggetarkan Dibungkus melodi yang begitu menyayat lagu itu bertambah susah saya nyanyikan Di kamar saya berkali kali menyanyikan lagu itu Baru dua baris air mata saya membanjir Saya coba lagi Menangis lagi Yanti istri Chrisye sampai syok Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu”Selanjutnya dalam memoir setebal 373 halaman yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama tahun 2007 itu Chrisye menuturkan ”Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu langsung mengingatkan saya bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi Hari terakhir menjelang ke Australia saya lalu mengajak Yanti ke studio menemani saya rekaman Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya Dengan susah payah akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai Dan tidak ada take ulang Tidak mungkin Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik dan tak terulang Jangankan menyanyikannya lagi bila saya mendengarkan lagu itu saja rasanya ingin berlari”Dalam buku memoir musikal ini kita akan mengenal sosok Chrisye yang mungkin jauh dari hingar bingar industri hiburan yang penuh glamor dan bertabur pesona Membaca Chrisye dalam buku ini akan terlihat sosok pribadi seorang seniman yang bersahaja dan sederhana Terlepas dari kondisi orang tuanya yang masuk kelas ekonomi menengah dan tinggal di kawasan elite Menteng dalam memoir ini bisa terbaca kegamangan seorang Chrisye saat mengajak seorang gadis untuk menikah dan menjadi istrinya serta kegalauan hatinya saat harus memberitahukan kepada orang tuanya jika dia berpindah keyakinan tetapi bisa tetap akur dan tinggal bersama orang tuanya satu rumah dengan membawa serta istri yang baru dinikahinyaJuga tergambar dengan jelas permasalahan ekonomi yang dihadapi para seniman dan pemusik kala itu yang walaupun sudah menghasilkan beberapa album yang laris di pasaran tetap saja kesulitan keuangan terutama saat beban bertambah dengan kelahiran buah hati satu demi satu Ada percakapan yang saya ingat antara Chrisye dengan istrinya menyangkut keuangan keluarga mereka dimana Chrisye berkata apakah dia perlu mencari pekerjaan lain atau pekerjaan tambahan untuk menunjang perekonomian keluarga istrinya cuma berucap lakukanlah pekerjaan yang kamu senangi dan kamu cintai Chrisye berkata kepada istrinya bahwa pekerjaan yang ia cintai dan senangi adalah bernyanyi dan bermain musik karena hanya itu yang bisa ia lakukan Totalitas dan pengabdian yang besar pada dunia nyanyi dan musik sangat terlihat pada sosok Sang Legenda Musik Indonesia ini sehingga ia dianugerahi BASF Legend Award tahun 1995Chrisye berpulang ke pangkuan Yang Maha Kuasa pada tanggal 30 Maret 2007 di Jakarta karena sakit kanker paru paru yang dideritanya selama 3 tiga tahun terakhir dan dimakamkan di TPU Jeruk Purut Jakarta Selatan Ia meninggalkan seorang istri Damayanti Noor dari kelompok musik Noor Bersaudara 4 empat orang anak 2 perempuan dan 2 anak laki laki kembar Chrisye tutup usia dalam umur 58 tahun Terima kasih buat Sang Maestro Musik Indonesia kami akan selalu mengenang karya karyamu ”kini semua bukan milikkumusim itu t’lah berlalumatahari segera bergantibadai pasti berlalu badai pasti berlalu”Berlian Hutahuruk Badai Pasti Berlalu 1977

Alberthiene Endah Ò 7 Read & Download

Read & Download Chrisye Sebuah Memoar Musikal 107 Ô Bermimpilah sebab harapan akan memberi hidupBerkaryalah sebab seni akan memberi maknaAn memberi hidupBerkaryalah. Buku ini bercerita selain tentang perjalanan music Chrisye yang sangat legendaris juga perjalanan hidup atau biographi Chrisye yang beristrikan Yanti Noor Yanti masih terhitung sodara dekat dengan aku Ibunya Yanti Noor ini adalah sepupu kuAku memanggil Yanti Noor yang mempunyai nama lengkap Gusti Damayanti Noor yang umurnya terpaut beberapa tahun lebih tua dari aku ini dengan uni Anti mengikuti adik2nya dan adik2 sepupunya yang teman gaulku sejak saat masih kanak2 hingga kini Kadang uni Anti ini memperkenalkan aku pada kawannya Ini tante ku seharusnya aku menyapanya tante tapi dia malah yang manggil Uni Anti terbiasa mengikuti adik2kuKembali ke cerita buku Chrisye yang peluncurannya beberapa tahun yang lalu Buku ini bertutur tentang perjalanan music Chrisye dari mulai zaman blio belum terkenalsaat saat terlibat bermusic dengan geng Pegangsaan bersama Keluarga Nasutiondiantaranya Keenan Nasution dan pengalaman manggung di restoran Ramayana New York Amerika sampai perjalanan music nya saat saat Chrisye masih sakit tapi tetap berkreasi di music dan mengunjungi penggemarnyaDiceritakan pula betapa sebenarnya ayahnya sangat menginginkan bliau sebagai seorang insinyur harapan semua orang tua umumnya sedangkan music adalah pilihan hidupnya Sebagai orang tua memang kita harus bijak menyikapi hobby anakDengan tutur bahasa yang lancar seperti membaca sebuah novel kisah nyata aku tidak mau berhenti membaca sebelum buku ini tamatPernah dalam suatu seminar penulisan salah seorang penulis terkenal menyatakan Kisah nyata adalah lebih indah dari pada fiktif belaka karena pencipta kisah nyata ada lah Maha Pencipta Alloh SWTTak heranlah membaca kisah nyata ini kita seolah membaca novel karena penulis buku ini pun pernah menjadi redaktur majalah femina dan sekarang pemimpin Redaksi majalah Prodo sehingga kita tidak ingin berhenti sebelum buku yang tutur bahasa serta kalimat yang runtut tamat dibacaBuku ini juga mengingatkan perjalanan music sejak zaman aku ABeGe Dengan membaca buku ini seolah membaca sejarah music yang lengkapBuku ini juga dilengkapi dengan foto foto berwarna Chrisye saat manggung saat bersama keluarga bersama artis lainnya dan foto hari hari ketika masih sakit agak membaik dan muncul di panggungSebagai fans Crisye agaknya kurang lengkap jika belum membeli dan membaca buku ini